tapi jika engkau terus memandang langit dan bintang-bintang nan berkilau ,tat kala engkau merasa silau dan ingin melebihi kesilauannya maka di situlah akan muncul kesombongan yang di iringi motivasi untuk menggapai suatu hal dengan cara apapun tanpa memikirkan batu-batu yang telah kau injak.
tapi jika engkau terus memandang langit dan bintang-bintang nan berkilau ,tat kala engkau merasa silau dan ingin melebihi kesilauannya maka di situlah akan muncul kesombongan yang di iringi motivasi untuk menggapai suatu hal dengan cara apapun tanpa memikirkan batu-batu yang telah kau injak.
apa yang salah dengan kita ? ketika kita semua pasti inginkan kebahagiaan, tapi sikap kita menjauhi kebahagiaan yang abadi,,,,,apa yang salah dengan kita? ketika kita semua ingin selamat tapi kenyataan nya kita hanya menjauhi sang penyelamat abadi,apa yang salah dengan kita?,,,ketika kita semua ingin di sayangi,tapi malah menjauhi sang maha penyayang abadi,,, apa yang salah dengan kita?,,,ketika kita semua ingin surga tapi dalam kenyataannya kita secara tak sadar kadang menjauhi jalan menuju surga abadi ,,,,Ya allah tunjukan jalan kepada kami untk menuju kebahagiaan,keselamatan,kasih sayang,dan surga mu,,,,! karna di satu sisi keluh dan kesah kami selalu menyelimuti diri kami,godaan tak ter elakan dari hati kami,,,sadarkan kami ya allah ,,bukalah pintu hidayah yang abadi bagi kami,,,,,,,amiiiiiiiiiiiiiiiiinnnnnnnnnnn ya rabbal alamiiiiiiin..... ALLAHU AKBAR,,,,,,,,,,,,,,,!!!!!!!!!!!!!!!!
jangan katakan "ya allah masalahku sangat besar" tapi katakan lah wahai masalah, ALLAH itu maha besar"
yakinlah pada diri anda bahwa anda bisa melakukan apapun dengan baik dengan do'a harapan juga usaha yang anda lakukan ,,karena sebuah harapan akan di dengar tuhanmu dan ia akan mengujimu dengan sebuah cobaan ,,dan disitulah kamu semua harus bersabar,karena pahit di awal biasanya akan sangat manis dikala waktunya telah tiba,dan jangan menyalahkan tuhanmu jika keinginanmu tak terkabul,lihatlah pada dirimu,apakah kamu sudah menuruti tuhanmu atau tidak? jika tidak,, maka tuhanmu tak salah untuk tidak menuruti keinginanmu,allah hanya menerima harapan berkah dan do'a dari orang yang selalu ada di sisinya yang nanti di ridhoi allah,
dan keinginan buruk yang terkabul, allah swt hanya mengantarkanmu kepada apa yang kamu inginkan ,bukan meridhoi apa yang kamu harapkan atau kerjakan,semua itu tekabul karena perjanjian allah dengan manusia dalam al-quran dan kasih sayangya kepada mnusia, maka patutlah kita untuk bersyukur,dan berhati-hati dalam bertindak,
kau ,,,,,, yang merasa sendiri ,,ketahui lah bahwa harapan kan selalu datang dan tak kan terhenti ,,keluarlah dan sadari lah betapa banyak orang yang menganggap kau begitu berarti bagi mereka,begitu banyak yang akan peduli jika kau tak terus sembunyi dalam sepimu sendiri
# rido hamni permana
jika kalian malu untk beribadah karena seseorang maka tanyakan lagi pada diri kalian "apakah keimanan saya sudah kuat" ? kalian malu dngn sesama ataukah malu dengan tuhanmu,,
# rido hamni permana
Percaya diri bukan sekedar dianggap hebat, namun memang sudah hebat sejak lahir. Hanya saja persepsi diri kita yang menghalangi kehebatan kita masing-masing.
“Jika sore tiba, janganlah tunggu waktu pagi, jika pagi tiba, janganlah tunggu waktu sore. Manfaatkan masa sehatmu sebelum tiba masa sakitmu dan manfaatkan masa hidupmu sebelum tiba ajalmu.”— Ibnu Umar, Putra Umar bin Khattab
Orang yang reaktif seolah orang yang hanyut tidak berdaya di derasnya sungai, dia bergerak sesuai dengan arahnya aliran sungai dan terombang-ambing.
Sementara orang yang proaktif seperti orang yang memiliki perahu atau speedboat yang kuat sehingga dia bisa bergerak kemana saja sesuai yang dia kehendaki tidak peduli kemana aliran sungai yang mengalir.
Hanya orang bodoh yang membuang emas gara-gara tidak murni lagi. Emas itu tetap berharga meski kemurniannya 99%, bahkan 50%, bahkan hanya butiran emas pada tumpukan pasir.
Nila setitik, rusak susu sebelanga, tidak berlaku pada semua hal.
Artinya jangan membuang peluang berharga atau peluang kebaikan hanya karena ada masalah atau kekurangan.
Saat ujian terus menempa
Saat seolah tidak ada yang mendukung
Saat seolah tidak ada yang membantu
itu mungkin teguran dari Allah,
agar kita sadar, bahwa hanya Allah tempat bergantung
agar kita ingat, hanya kepada Allah kita mohon pertolongan
Mohonlah pertolongan dengan shabar dan shalat
Hati-hati …
Merasa sudah membaca, padahal belum
Merasa sudah berpikir, padahal belum
Tahukah Anda, bahwa fenomena ini terjadi justru di zaman informasi seperti saat ini. Manusia lebih emosional, ketimbang logis. Munculah konsep Marketing in Venus.
Saya tidak menuduh Anda seperti itu, namun ada baiknya kita meningkatkan kualitas diri, yaitu:
Lebih sabar dalam membaca, sehingga benar-benar paham.
Lebih jernih dalam berpikir, dengan logika dan ilmu yg memadai.
Saat Anda menguasai ini, percayalah Anda akan menjadi pribadi yang unggul.
Jika Anda menemukan jalan buntu,
maka carilah jalan yang lain.
Percayalah, jalan itu ada.
Jika ada satu batasan menghalangi Anda,
jangan terhenti karena satu penghalang
sebab pintu menuju solusi dan tujuan itu masih banyak.
Tetap semangat sahabat …
Yang terpenting bukan masalah apa yang menimpa kita, yang terpenting adalah bagaimana cara menghadapi masalah itu dengan benar.
Orang berpikiran besar, tidak akan terganggu atau terhentikan oleh masalah-masalah kecil.
Sesungguhnya Allah suka kepada hamba yang berkarya dan terampil (professional atau ahli). Barangsiapa bersusah-payah mencari nafkah untuk keluarganya maka dia serupa dengan seorang mujahid di jalan Allah Azza wajalla.— (HR. Ahmad), Hadist
“Apabila hamba itu meninggalkan berdoa kepada kedua orang tuanya, niscaya terputuslah rezeki daripadanya.— (HR. Al-Hakim dan ad-Dailami), Hadist
Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.— (QS.2:277), Al Quran
Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.— (QS.2:245), Al Quran
Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.— (QS.2:216), Al Quran
Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. Dan Allah memberi rezki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas.— (QS.2:212), Al Quran
Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’,— (QS.2:45), Al Quran
Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.— (QS.16:18), Al Quran
Barangsiapa mengutamakan kecintaan Allah atas kecintaan manusia maka Allah akan melindunginya dari beban gangguan manusia.— (HR. Ad-Dailami), Hadist
Cintamu kepada sesuatu menjadikan kamu buta dan tuli— (HR. Abu Dawud dan Ahmad),Hadist
Tiada makanan yang lebih baik daripada hasil usaha tangan sendiri.— (HR. Bukhari),Hadist